Sabtu, April 30, 2005

Cinta membangkitkan cinta, penghinaan tiada menghidupkan cinta

Kerapkali aku bertemu dengan orang kulit putih, yang sekali-kali bukan bodoh, malahan bangsawan pikiran, tetapi angkuhnya bukan main, tiada tertahan. Hal itu menyakitiku bukan main, dan terlalu banyak orang merasakan kepada kami, bahwa kami orang Jawa sebenarnya bukanlah manusia. Betapakah orang Belanda hendak kami, - orang Jawa - kasih sayangi, apabila kami diperlakukannya secara demikian. Cinta membangkitkan balasan cinta, tetapi penghinaan selama-lamanya tiada akan menghidupkan rasa cinta.

Raden Ajeng Kartini

Senin, April 25, 2005

Dasar Penyakit!

Inilah para penderita penyakit kronis yang biasa menghinggapi orang Indonesia.











Hehehe... semuanya adalah foto-foto untuk buku tahunan SMA 1 yang akan lulus tahun 2005 ini. Semua model di atas adalah teman sekelas adek bungsuku murid kelas 3 IPA 1, SMA 1 Depok Jawa Barat Indonesia. Idenya segar. Masa SMA memang masa yang paling indah dan tidak terlupakan :-D

Hayo, dulu pas SMU, di buku tahunan jadi apa? *gue jadi Jet Li*

Rabu, April 20, 2005

Pusing-pusing di Jakarta

Last Saturday (16/04/2005) I had a good time scrolling Jakarta with my new friends who came from Malaysia. Remember the jargon "Ganyang Malaysia, Selamatkan Siti!"? Anyway instead of ganyang Malaysia I prefer had Siti, and so I had her here in Jakarta. Ha-ha, forget the current case which raised the tense between the two countries. Don't let the dispute make our friendship ruined. Not all Malaysians are bad and vice versa. I wish the Ambalat case could be solved between the two governments peacefully without any war involved. Amen.

Frankly, it was my first time meeting a Malaysian weblog-mate. She visited Jakarta along with her friends. Therefore, when I first met them I was a bit nervous and I got no idea at all which places should be visited that could make them interested.

After knowing that they mostly are Baladewa so the first destination was Aquarius Pondok Indah Music & Film store. As far as I know the store is quite complete so they could choose some albums that might not be available at Malaysian market and certainly are cheaper.

Siti, I was surprised to know that you like Jamrud. You even mentioned Surti Tejo which definitely would be banned in Malaysia due to its naughty lyric. What's on earth that makes you like some of their music? I'm sure that Jamrud must be not as famous as Sheila on 7 and Peter Pan in Malaysia, right? Now, we have another thing in common after cute cats and AC Milan, it is rock music. Yeah, two thumbs up for you Siti! :D

After satisfying the thirst of shopping cassettes, CDs, and VCDs we went to Abuba Steak in Cipete. We then had a good lunch with sirloin, tenderloin, and chop-lamb. For my Indonesian tongue Abuba was great, wish you girls had enjoyed the dish as I had.

We continued the trip to Monas. It is the national monument located in the heart of Jakarta. We took pictures of delmans (two-wheeled buggy pulling by a horse), sculpture of Indonesian hero Pangeran Diponegore riding a horse, colorful Monas in the afternoon, sun set, and so on.

The day went dark, but our feet were still on Monas Area. We could not go back before having the sight-seeing at the fair. Unfortunately, nothing was interesting there. However, they bought 3 pairs of cute shocks for only Rp. 10.000, - (US$ 1.1)

Then we had dinner at an insane and crazy café the "Comedy Caffee" in KTS area. There was a live music performed by a non-famous but yet exciting local band that sang some hit list songs and mostly Indonesian songs. The food itself was not so good but the waiters and waitress were indeed so crazy. They uttered absurd as well as dirty words so often. Indonesians call them as "Latah People". Thanks God, you girls don't know the meaning. :D

The night getting late, so we went home. I brought them back to their hotel in Duren Tiga Pancoran.

Bandung, Taman Safari, and Tanah Abang are some places that I could not accompany you girls. Please forgive me. To tell the truth I was terribly worried that some demonic guys would treat you down there. Alhamdulillah, nothing badly had happened to you.

I would like to apologize for the horrible reception you had from some officials of Sukarno-Hatta airport. Sure, Indonesians should respect their own people first before they ask other country to respect themselves. So guys, let's respect each other apart from its religion, culture, customs, color, wealthy, and nations! Peace *ngikutin gayanya Slank*.

Siti, Diy, and Liza, I hope you enjoyed your trip in Bandung, Jakarta, Taman Safari, and Tanah Abang. From traffic jam, pollution, annoying merchants, taking mikrolet, people sitting on roof of electric train, crazy people, romantic couples everywhere in yard, to cheap goods, good and delicious food, good performance, European sedans, and so on, yeah those are Jakarta. Please "Jangan Kapok!" hehehe…

Jika I ade rezeki, bolehlah saya nak pergi ke Kuala Lumpur. Ingin coba pula pusing-pusing kat sana. Pasti seronok ye ;-)

Rabu, April 13, 2005

Selamat Bergabung Ferissa Johan

Sebenernya kurang tepat menggunakan kata-kata Selamat Bergabung. Kesannya saya adalah seorang kru Jejak Petualang. Saya hanya seorang penggemar acara Jejak Petualang itu pun tidak bisa mengikuti semua episodenya. Namun pada intinya saya ingin mengucapkan selamat kepada Ferissa Johan yang terpilih menjadi presenter acara Jejak Petualang TV7 menggantikan Riyanni Djangkaru yang resmi mengundurkan diri.

Ferrisa Johan
Ferissa Johan

Bagi saya pribadi, Jejak Petualang sulit terpisahkan dari karakter seorang Riyanni Djangkaru. Tanpa bermaksud merendahkan, wajah manis nan ceria Irma Merdeka yang gesit, cuek, dan lucu masih belum dapat menggantikan peran seorang Riyanni Djangkaru. Mungkin selama ini, Irma dalam episode-episode Jejak Petualangnya selalu bersama Riyanni sehingga terdapat kesan Irma hadir hanya sebagai pelengkap. Makanya tidak heran di hati ini ada perasaan sedih, terkejut, dan kehilangan mengetahui presenter andalan Jejak Petualang mengundurkan diri.


Irma Merdeka

Namun, akhirnya saya menyadari bahwasanya saat ini Riyanni Djangkaru memiliki prioritas utama yang harus diselesaikan (baca: skripsi, udah 3 tahun katanya loh *gosip mode = on*). Mungkin saja bagi para penggemar Jejak Petualang lainnya merasa wajah jahil Riyanni Djangkaru sudah membosankan *gue belom pernah bosen sih*. Jadi pergantian ini lebih sebagai suatu penyegaran.


Riyanni Djangkaru

Memang Ferissa Johan tidak akan dapat menggantikan karakter Riyanni. Justru Ferissa harus menonjolkan karakternya sendiri tanpa harus mencoba menjadi seorang Riyanni. Jika tidak, itu akan menjadi beban dan Ferissa kemungkinan akan gagal menjadi presenter andal Jejak Petualang. Gue setuju dengan wejangan Riyanni buat kamu "Bangkitkan saja spirit of travelling in u :)"

Semoga kehadiranmu Ferissa Johan dapat memberikan warna baru dalam episode-episode Jejak Petualang berikutnya.

*Ssttt! JPers mania semuanya, mana dari ketiganya yang paling manis hayo?


Hohoho saya masih tetap memilih Maria Renata
*ngebayangin Maria Renata jadi presenter Jejak Petualang*
Maaf ya mba Riyanni, Irma, dan Ferissa. Orang Betawi bilang "Ah cuman becande, jangan diambil ati ye...".

Foto Ferissa, Irma, dan Riyanni diambil dari situs Jejak Petualang. Foto Maria Renata diambil dari forum webgaul.

Selasa, April 12, 2005

My New Mac

Falling in love with Mac OS X at first try! Gosh, it's so clean, tidy, and eye-catching.

It's just only my new desktop environment. My machine itself is still Intel-based PC. Instead of buying an expensive Apple machine, I chose to have a Mac Os-like first. Anyway it's free though :p

Liputan Kyai Kanjeng di Aberdeen

Seperti yang pernah saya ceritakan di post terdahulu bahwa saya penggemar Kyai Kanjeng yang dipimpin Budayawan Emha Ainun Najib. Sudah 2 bulan grup ini tidak tampil di Taman Ismail Marzuki Cikini, ternyata mereka sedang mengadakan road show di negara-negara Eropa. Well, silahkan saja kunjungi laporan lengkap Kyai Kanjeng di Aberdeen Skotlandia di blog Ibu Zeynita Gibbons. Jangan lupa, lihat juga galeri foto Kyai Kanjengnya.

Situs resmi Kyai Kanjeng dan Emha Ainun Najib, www.padhangmbulan.com

Senin, April 11, 2005

Turut Berduka Cita

Belum lama musibah terjadi pada mahasiswa bernama Haryanto, lagi Daliu Aga Gunawan kembali menjadi korban . Kesal dan geram kejadian ini harus kembali terulang. Padahal mereka mahasiswa baik-baik dan berprestasi.

Semoga arwah keduanya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Jumat, April 08, 2005

Puisi Hati Emas

Orang baik tak bisa mati
Karena kebaikan lebih kuat dari kematian
Orang yang berhati emas
Adalah matahari yang menyinari dunia

Jika ia meninggal
Mataharinya berpindah
Dari langit
Ke dalam jiwa setiap manusia

Orang yang berjiwa mulia
Harus rela kehilangan dirinya
Karena setiap orang merasa berhak memilikinya
Dan karena untuk mengasihi semua orang
Ia perlu hidup seribu tahun lamanya

Jika orang yang berhati mulia
Menjalankan kewajiban
Untuk meninggalkan dunia
Maka sesungguhnya dunia tak merelakannya
Jutaan manusia menangisinya
Laut dan gunung-gunung
Ingin pergi bersamanya
Bahkan kehidupan ingin berhenti saja
Daripada meneruskan langkah
Tanpa didampingi oleh manusia berjiwa mulia

Roma 5 April 2005
Emha Ainun Nadjib

Selamat jalan Sri Paus.

Asking Permission First?

Ups... should we ask permission to these countries first to produce our heritage products that are descended from our ancestor?

  • Malaysia patents traditional Batik motif.
  • Japan patents Indonesian healthy food Tempe.
  • Singapore patents rattan craft pattern.

I just came across this issue from Republika daily newspaper this morning. Who's next will patent another Indonesian heritage?

Kamis, April 07, 2005

Life is Beautiful

Huah nyaman
Zzzz...........

Segernya.........
*yawning and stretching* Huah..... so fresh today as usual.

Moral pictures: Life is always beautiful no matter how mess up the situation. Everything could be set up to normal and even better. And when everything is normal then it's so beautiful. So never give up bro and sis ;-)

*Hu uh... gue suruh ngerapihin frame foto kesayangan gue yang ada alm. ayah tercinta.... gara-gara Mudreg tengil nih.*

Selasa, April 05, 2005

JT2005 Rajawali Tempur

My dream jet-fighter
This is my art-work. It was created during my meeting time today. Hehehe it was so boring.

Jalan-jalan Pagi

Betapa nikmatnya bisa berbelanja di pagi buta di pasar tradisional. Saya sudah lupa terakhir kali pergi ke pasar entah sendirian atau menemani ibunda berbelanja. Yang sedikit teringat adalah sewaktu saya masih 'nyantri' di bangku Tsanawiyyah di sebuah pondok 'Perdamaian' di kota Solo Jawa Tengah. Setiap pagi hari di hari Jum'at (hari libur nasional para santri) saya selalu menyempatkan lari pagi dan mampir di Pasar Kleco sekedar membeli jajanan khas seperti Getuk. Dengan beralaskan sendal saya bersama teman-teman duduk di pinggir sungai (udah lupa lagi namanya :() menikmati Getuk yang dibungkus dengan daun pisang. Waktu itu dengan uang seratus lima puluh (150) rupiah mendapatkan porsi yang cukup untuk sarapan. Murah meriah yang bikin puas hati dan nikmat.

Nah, tadi pagi saya kembali lagi muter-muter di pasar tradisional. Para pedagang dengan semangat menjajakan dagangannya seperti buah-buahan, sayuran, dan bahan-bahan makanan lainnya. Bau rokok tingwe (ngelinting dewe) yang tercium mengingatkan masa kecil dan kampung kakek. Terdapat sebuah lapak seorang ibu setengah baya yang ramai diserbu banyak orang. Si ibu menjajakan nasi uduk beserta gorengannya, kopi, teh, dan rokok kretek. Pokoknya lengkap untuk menikmati sarapan pagi yang sederhana. Tak jauh dari lapak ibu tersebut terlihat gerobak bakso dan ketoprak. Melihat dan mencium berbagai aroma makananan khas itu membuat perut berbunyi tidak karuan. Laper! Hehehe...

Aura pasar tradisional benar-benar tidak berubah. Hawa Indonesia yang saya rasakan sewaktu saya kecil masih tetap terjaga. Mungkin inilah yang membuat saya menikmati jalan-jalan di pasar tradisional di pagi buta. Masa bodoh dengan keadaan yang kotor, becek, dan bau. Pokoknya nikmat.

Berhubung saya terlalu terkesan dengan keadaan pasar yang ramai, saya kelupaan untuk mengabadikannya dalam jepretan kamera digital. Saya hanya berhasil mengambil sebuah foto. Itupun seadanya jadi maklum ya kalau tidak maksimal.

Pagi hari di pasar tradisional
Pagi hari di pasar tradisional Kemiri Depok.

Nah sewaktu pulang, saya sempatkan membeli tiga bungkus Pecel. Sesampainya di rumah langsung saja ingin segera memanjakan perut yang dari tadi bunyi tidak karuan. Pagi hari sarapan dengan Pecel berlaukan Bakwan dan Tahu Isi ditemani segelas teh manis hangat dan diiringi musik dangdut klasik sungguh nikmat! Lidah bergoyang, mulut kepedesan, dan mata merem melek nikmatin suara Herlina Effendy yang menyanyikan Suling Bambu. Sebenernya masih ada yang kurang. Sebatang rokok kretek! *saya bukan perokok aktif*.

Pecel pedes, bakwan, dan tahu isi
Pecel pedes yang terdiri dari sayur-sayuran ditemani bakwan dan tahu isi goreng. Sarapan 3000 perak. Hehehe...

Indonesia banget gak sih?! :p

Jumat, April 01, 2005

Perempuan Makhluk Perkasa

Kekerasan, pelecehan, dan penganiayaan terhadap perempuan terus saja terjadi. Baik di lingkungan kantor, fasilitas publik, hingga ke rumah tangga yang sangat sukar dilacak. Sungguh dengan adanya hal-hal tersebut, menurut saya pribadi merupakan cerminan bahwa betapa perkasanya perempuan itu sebenarnya.

Dari diri saja, mereka harus merasakan ketidaknyamanan yang hadir ketika siklus bulanannya datang. Belum lagi proses kandungan selama 9 bulan hingga kelahiran bayi yang merupakan perjuangan hidup mati seorang ibu. Betapa kerasnya perjuangan janda-janda yang harus menafkahi dan membiayai sekolah anak-anaknya. Betapa kuatnya mereka yang harus menahan rasa malu, aib, tekanan, ancaman, kekerasan verbal, hingga fisik di dalam rumah tangga. Betapa tidak berdayanya perempuan ketika mendapatkan pilihan-pilihan sulit.

Hal-hal tersebut yang secara tidak langsung menyebabkan ada sebagian perempuan yang terpaksa menyerahkan kehidupannya terhadap sesuatu yang dibencinya demi menjaga apa yang dicintainya. Huh ironis sekali jadi membuat hati ini kesal setengah mati kepada para pelaku kekerasan dan pelecehan tersebut.

Bagi mereka yang masih saja melakukan pelecehan terhadap perempuan, bayangkanlah seandainya ibu atau anak perempuan sendiri yang mengalaminya. Atau justru mereka melakukan kekerasan terhadap Ibu kandung dan anak perempuan kandung nya sendiri. Maka seharusnya mereka merasakan proses 9 bulan kehamilan hingga kelahiran. Dasar pria berhati iblis!

--
Surga ada di bawah telapak kaki ibu.

*lagi shock gak bisa tidur n jadi pengen cium kaki nyokap*