Selasa, November 30, 2004

Rinjani

Here's the picture of Indonesian Beauty, Mount Rinjani (3726 m / 2,224 ft) located in Lombok Island, Indonesia. It was taken in August 2001 by an amateur photographer, Cadut. FYI, Cadut's Camera recorded wrong timestamp.

Picture of Mount Rinjani (3,726 m /  2,224 ft)

As a novice Photo Editing Programmer, I failed to merge two pictures of Mount Rinjani smoothly.

In spite of the fact that I show you a bad and ugly picture, I would like to invite you to come and visit the beauty and exotic Indonesia. Bali is just one tiny Island from Indonesia's 17,000 Islands spreading from Sabang to Merauke. Are you interested now to have a fun at Lombok Island and try the challange to hike Mount Rinjani?

Senin, November 29, 2004

About Me

You may say that I am crazy. Yes, I am crazy with everything related to cat. As you might have read my previous posts, I pet a male cat named MUDREG. The word 'MUDERG' comes from "neMU DREdeG" which means that the cat was found in shaking condition. Now you know that weird name comes from. Here's the link if you wanna see him.

I love to travel around Indonesia, learning something new about culture, customs, arts, ideology, people, and the smell of the place. Dreaming to hike all Indonesian mountains. Edging along Indonesian coastwise such as 'Pelabuhan Ratu' is always my admiration.

Enjoying Rujak Bogor, Gado-gado, Ketoprak, Batagor, Gudeg, Tahu Sumedang, Martabak Manis & Telor, Bubur Indramayu, Sate Kambiang, Sate Padang (Cie Lai), and other Indonesian Food. I do relish them all. However, I don't really like HOT and SPICY food. In spite of my big appetite for Indonesian Food, somehow I don't know why my physical state keeps Begeng Bin Ceking (Skinny). Is it a blessing or a curse? :P

I am a "Milanisti" and a big fan of BENYAMIN SUEB "Tampang desa rejeki kota" sapa yang kagak pengen??? Tapi kalo bisa tampang juga kota :D

I speak two languages, Indonesian and Indramayu Language (I don't speak English hehe :P). Currently I am learning Betawi Language.

Nah ini saya sedang menulis dalam bahasa Indonesia. Pasti mengerti kan? Tidak usah dilanjutkan ya ;-)

Baka sing kien kita ku ya lagi ngapak-ngapak. Kecile kita suwe ning Ndermayu je. Iku ku, kota cilik ana ning pinggir laut sing ana kilang minyak Balongan. Tinggale kita ning Ndremayu parek bunderan kijang arepe Koramil. Ari musim pelem kita ora usah tuku, lah wong mbah e kita duwe kebun pelem. Ana palem Harum Manis, Golek, Indramayu, Gedong. Uenaak pisan je. Gelem beli? Ya tuku bae, masak arep gratis hehe :D Kepriben, ngerti beli basa ngapak-ngapak mengkenen?

Aye ndiri kelahiran tanah betawi tapi aye sebenernye sedih juge kagak ngerti budaye betawi ndiri. Maunye si, aye jago mantun Betawi. Ape mau dikate nyang penting aye tetep berusahe belajar budaye Betawi. Dapetin jodoh orang Betawi juga kagak ape-ape. Sapa tau masing keturunan Pitoeng. Lebaran kagak usah mudik jauh-jauh, palingan di Kemayoran. Bweh emangnye ade nyang mau ame gue? :-D

Okay, enough with the chit chat. Now, you know some pieces of me :)

Rabu, November 24, 2004

Smile!

Even a beggar could smile

Smile! No matter how hard and tough your life is...

Peluang Baru Bisnis Bimbel

Sewaktu masih SD hanya ada les menari, menggambar, melukis, menyanyi, dan beladiri. Lama kelamaan ada les privat hingga bimbingan belajar (bimbel). Lembaga-lembaga bimbel tersebut berusaha membantu para siswa agar sukses diterima di sekolah favorit atau perguruan tinggi negeri.

Dengan adanya seleksi CPNS yang dilaksanakan serentak pada hari ini (24/11/2004), terbukalah peluang bisnis baru. Apalagi jika memang seleksi CPNS itu rutin dilaksanakan setiap tahun. Akan muncul bimbel2 khusus agar pesertanya sukses diterima menjadi PNS. Ada yang berminat membuka usaha tersebut? :P

Terbaru: (27/11/2004) Ternyata udah ada loh bimbel buat CPNS. Ini berdasarkan info seorang teman saya. Sayang sekali dia tidak menjelaskan dengan mendetail di mana dan seperti apa bimbel tersebut.

Jangan-jangan anak2 jaman sekarang gak cukup sekolah formal saja, tapi juga harus ikut les dari TK sampai mau Kerja???

Senin, November 22, 2004

I am rude!

Here's what Mudreg does when he is on fire! He becomes a cold blooded killer :D

This is what I when I am on Fire!

Selasa, November 16, 2004

Lebaran day

At Home


Lebaran at my home

Having breakfast after sholat Idul Fitri

Lazy Mudreg

I'm still sleepy


Lebaran Dish


daging sambal

Daging Sambal

opor ayam

Opor Ayam

sayur udang

Sayur Udang

roti jala and sukiyaki

Malaysian and Japanese Dish???

enjoying dish

Enjoying dish


My Lovely Nieces


So cute and gorgeous

So cute and gorgeous nieces
(Ah... where the heaven are you my soul mate?)

How about your lebaran day? Did you enjoy it? Well I did.

Minggu, November 14, 2004

Happy Eid ul-Fitr

Back to Purity or Fitri


Happy Idul Fitri, 1 Syawal 1425 H

Taqabbalallaahu Minnaa
Wa Minkum

Taqabbal Yaa Kariim

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Ketupat

During Eid Festival in Indonesia and Malaysia, Ketupat will mostly replace rice as main food.

It's hard to find this view unless in Eid Festival ;-)

Kamis, November 11, 2004

Berdzikir Hamba-Ku

Wahai hamba-Ku, kalian telah menginjak-injak harga diri-Ku
Padahal di hari perhitungan kelak,
Aku tak menagih bangunan masjid darimu
Yang Aku tagih adalah ahlakmu

Wahai hamba-Ku
Kalian telah menabuh genderang perang kepadaKu
Kalian tak henti-henti mengkhianati cintaKu
Tapi tatkala beberapa saat memasuki rumah-rumahKu -
kalian berpura-pura memujiKu dan menangis-nangis kepadaKu

Di seberang sana kalian memenuhi RamadlanKu
dengan budaya kemunafikan
dengan tayangan-tayangan yang seakan-akan menghormatiku
dengan kostum-kostum kepura-puraan dan ucapan-ucapan
yang bergelimang kepalsuan.

Wahai hamba-Ku
Kalian telah melecehkan kesucian bulan Ramadlan-Ku
Kalian memperlakukan-Ku dengan semena-mena
Kalian menyempitkan dan memenjarakan hak-hak-Ku
Kalian berlaku seakan-akan tempat tinggal-Ku adalah di masjid
Kalian berbuat seolah-olah giliran kalian kekuasaan-Ku hanya di bulan Ramadlan
Kalian meremehkan-Ku dengan menyangka

Bahwa kalian bisa mengelabui Aku dengan pakain Ramadlanmu
Yang kalian pikir membuat kalian menjadi muslim yang soleh
Kepandaian kalian yang sudah menembus langit
dan bermilyar-milyar wilayah frekuensi
Tidak pernah mau belajar bahwa Aku
Tidak menomorsatukan jenis pakaian kalian
Tidak mengutamakan simbol-simbol budaya kalian
Tak pernah mau tahu bahwa yang Aku nantikan
dengan penuh kerinduan
adalah cinta dan ketaatan kalian

Wahai hamba-Ku
Kalian menyakiti hati-Ku
Wahai hamba-Ku
Kalian melecehkan cinta-Ku
Wahai hamba-Ku, teruslah berdzikir
Karena untuk menaburkan rahmat
Aku tidak pernah kikir

Aku tumpahkan, senantiasa Aku tumpahkan
rahmat Ku, bagai hujan deras
Dan itu senantiasa Aku lakukan,
Tanpa terpengaruh oleh jiwa munafikmu

Wahai hamba-Ku, teruslah berwirid
Dan meskipun bunglon kepribadianmu
Menusuk-nusukan rasa sakit
Sungguh Aku haramkan rasa sakit untuk menimpaKu
karena segala sesuatu ini adalah makhluk ciptaan-Ku
yang Aku kuasai sepenuhnya, termasuk rasa sakit

Wahai hamba-Ku, teruslah berdzikir dan berwirid
Untuk menyogok-Ku
Untuk memperdayai-Ku
Tumpahkan air mata
Sampai memenuhi tujuh samudera
Hiasilah dunia dengan keindahan warna dan suara
Mantaplah dengan segala yang kalian sembunyikan
di dalam jiwa
Sebab Akupun Maha Menahan Diri untuk
Menyimpan segala pengetahuan-Ku
Tentang rahasia-rahasia

Kalian punya peluang sangat besar
Dan rentang waktu yang sebesar-besarnya
Karena sesudah Aku turunkan Muhammad
(usholli wa usallim 'alaih)
Aku bersedia menunda hukuman
Dan adzab atas siapa saja

Wahai hamba-Ku
Meskipun Aku Akbar dan 'Adhim
Maha Besar dan Maha Agung
Namun Aku persilahkan
Kalian mengecilkan-Ku

Meskipun Aku Qowi dan Matin
Maha Sakti dan Maha Perkasa
Namun Aku persilahkan
Kalian mengkerdilkan-Ku

Meskipun Aku Jabbar dan Mutakabbir
Maha Sakti dan Maha Mengatasi
Aku persilahkan
Kalian merasa seakan mengalahkan-Ku
Meskipun Aku Kholiq dan Bari~
Maha Pencipta dan Maha Menata
Aku biarkan kalian mengaku-aku
Dan menyusun tatanan kalian sendiri

Wahai hamba Ku
Aku adalah Syadid, yang Maha Menyiksa
Aku adalah Mudhill, yang Maha Menyesatkan
Aku adalah Hakam, yang Maha Menghukum
Tetapi tenanglah jiwa kalian
Sebab kaki kanan-Ku adalah Hadi
Maha Penuntun
Kaki kiri-Ku adalah Fattah
Maha Membukakan Kesempatan
Tangan kanan-Ku adalah Halim
Maha Penyantun
Tangan kiri-Ku adalah Karim
Maha Pemberi Kemuliaan

Dan wajah-Ku, dan icon-Ku
Dan identitas utama-Ku, dan logo-Ku
Adalah Rahman Rahim
Maha Pengasih Maha Penyayang

Tenteramlah kalian
Bersukarialah kalian
Merdekalah kalian
Merdekalah dari Aku
Bahkan Aku antarkan kalian
Aku antarkan kepala kalian
Ke tangan musuh kalian

Yogya, 20 Okt 2004
Emha Ainun Nadjib

Selasa, November 09, 2004

Dust in the Universe*

We are as human beings live in a planet called Earth. It is one of the nine planets in the solar system. Its diameter is 12,765 km. As we know that our "home" is small compared with other planets. For instance, the planet Jupiter has a diameter 143,000 km which is 11 times greater than that of earth.

Sun is the closest star to our home earth. The average distance between Sun and Earth is "only" 150 million km. Its diameter is 1,391,016 km which is 109 times as large as Earth's diameter. Sun holds nine planets in the solar system in orbit. Astronomers believe that its massive energy has been shining for about 4.6 billion years and will keep shining for the next 7 billion years.

Sun is not the only star exists in our galaxy "Milky Way" that has more than 400 billion stars, some of which are much larger. The shape of Milky Way is spiral which its thick is about 10,000 light-years and its diameter is about 100,000 light-years.

Andromeda Galaxy is the closest galaxy to our Milky Way. It has 200,000 light-years diameter which is 2 times greater than our Milky Way. Milky Way and Andromeda are few galaxies that have been being studied by astronomers. They believe there are more than 125 billion galaxies in the universe. Some of those galaxies are much larger and contain many more stars than the Milky Way.

Earth is just a small piece of dust in the universe.

Does the universe exist by itself without intervention of the God? If it is yes, but how come every system in the universe has single pattern that is well-ordered and well-organized? The pattern is the rotation. Earth rotates on its axis or pivot. Moon travels around Earth. Earth and the others planet in solar system travel around the Sun. The solar system travels around the center of Milky Way galaxy which is known as black hole. Even our blood system has systematic circulation trough the heart.

For me, it is a sign that the Almighty God has created the universe and its content. Without the pattern all systems in universe will be chaos. In Islam, the rotation pattern can be actualized by pilgrimage in Mecca. We walk surrounding the Kaabah.

If I were a soldier I would give my respect to my commander by raising up my right hand. Therefore, I think it merits to give my two hands raising up in order to respect and worship to the God during my praying time by Takbir.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

*Data related to Earth, Sun, Solar System, and Galaxies are based on Microsoft Encarta 2004®

Selasa, November 02, 2004

Makan Sosis

Based on True Story, dan udah pernah gua masukin di milis SMA dan SMP gua sama sebuah forum. Tebak gua yang jadi siapa hayo? ;-)


Alkisah, ada sekelompok anak pecinta alam dengan uang pas-pasan berpetualang ke Gunung Semeru. Mereka adalah Enchop, Copong, Kirik, Agung, Pano, dan Cadut. Walau terdiri dari berbeda-beda agama, mereka boleh dibilang rukun dan kompak. Patutlah untuk dicontoh oleh daerah-daerah konflik agama agar juga hidup rukun seperti mereka.

Setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan dari Jakarta dengan bergonta-ganti kendaraan dari kereta, bus, sampai angkot, sampailah mereka di markas pecinta alam teman Agung di sebuah universitas swasta di kota Malang. Mereka pun beristirahat sejenak melepas penat. Tak lama kemudian Copong dan Agung pergi ke pasar untuk membeli makanan secukupnya, sementara keempat teman lainnya merapikan dan mengecek perlengkapan. Salah satu makanan favorit yang akan dibelinya adalah sosis. Mereka sepakat, walau mahal, sekali-kali menyantap makanan mewah yaitu Indomie bertabur sosis di gunung nanti.


Pemandangan selepas Tanjakan Cinta, diambil dari SLR-nya Cadut

Dua hari kemudian, mereka sudah menikmati petualangannya. Keindahan Ranupane, Ranukumbolo, Tanjakan Cinta, Kali Mati, dan Semeru memang tak terlukiskan dengan kata-kata. Tak satu pun momen-momen menarik selama perjalanan lepas dari jepretan kamera SLR Cadut.

Tak terasa hari sudah sore dan mereka pun sudah berada di lereng terdekat untuk sampai ke puncak Mahameru. Akhirnya diputuskan untuk beristirahat beberapa puluh meter di atas Kali Mati dan beberapa puluh meter juga dari Arcopodo. Arcopodo adalah basecamp terakhir vegetasi, selepas itu tidak ada yang nampak selain bentangan pasir yang begitu luas hingga ke puncak.


Malampun tiba, pada waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 7 dan suhu berkisar 5 sampai 10 derajat celcius. Saat-saat yang ditunggu yaitu makan Indomie lauk sosis sudah di depan mata.

Agung: "Nchop, bangun! Ayo makan! Jangan meringkel terus kayak kucing gitu!"

Enchop: "Brrrr... dingin banget! Apa Gung? Mau makan? Asik! Kalo gitu gua masak air dah."

Hanya diterangi cahaya api parafin dan beberapa buah lilin, semuanya bekerja bakti untuk mengadakan pesta di malam yang gelap gulita nan sunyi di Gunung Semeru. Enchop yang baru bangun langsung membuat STMJ. Kirik yang menjadi juru masak tampak asik mengaduk pancinya yang penuh berisi Indomie rebus.

Kirik: "Pong! Elu panasin kaleng sosisnya! Tuh kompor gua nganggur!"

Copong: "Iyah! Geseran dong! Sempit amat. Ntar kompornya jatuh."

Copong pun membuka bagian atas kaleng itu memakai pisau swisnya dan serta merta langsung membakar kaleng berisi sosis itu di atas kobaran kompor gas Kirik.

Sambil menunggu matangnya hidangan pesta, mereka duduk-duduk beralaskan ponco di depan tenda dum asik mengobrol.

Cadut: "He he he, akhirnya makan daging. Dari pagi cuman makan roti sama Indomie doang. Alhamdulillaah ya Allah. Pong! Masaknya yang mateng yah!"

Sebenernya, merupakan hal yang langka seorang Cadut bersyukur terang-terangan. Namun menjadi hal yang lumrah jika Cadut menjadi alim dan melankolis ketika berada di gunung. Mungkin Cadut memang seharusnya sering-sering ke gunung agar semakin sering bersyukur juga.

STMJ akhirnya matang.

Enchop: "Fuuuuhh...! Enak bener, seger. Nih STMJ-nya! Minum dua srusup dulu! Jangan pada maruk!"

Pano: "Sini!"

Rupanya Pano lupa diri, bukan hanya dua, sepertinya sudah tiga atau empat tegukan telah dinikmatinya. Teman-temannya sih tidak ada yang keki karena sudah paham sama tabiatnya, apalagi memang ransel Pano gede dan berat banget. Udah kayak kulkas berjalan gitu. Kecuali si Agung yang akhirnya keki juga.

Agung: "Hoooiiii! Hardtop (boros) banget luh. Sini!"

Sambil menunggu matangnya sosis dan Indomie, mereka asik menggilir nesting berisi STMJ itu dan menikmati teguk demi teguk airnya yang hangat.

Kirik: "Pong! Sosisnya udah mateng belom? Indomienya ntar keburu dingin nih!"

Copong: "Nih udah!"

Copong pun mengambil satu batang sosis dengan garpu. Sementara Pano memegang kaleng sosis yang panas itu dengan sarung tangan tebalnya. Beberapa detik sebelum sosis pertama jatuh ke dalam genangan Indomie. Tiba-tiba Pano berteriak.

Pano: "STOP! Eh sosisnya balikin! Ini sosis Babi!" (uh suaranya cempreng banget) :P

Copong pun kaget dan langsung menarik sosisnya menjauh dari panci Indomie. Teman-teman yang lain pun ikutan kaget.

Copong: "Ah, jangan bercanda! Udah laper nih! Gak ada tulisan Babi atau Pig-nya kok!"

Pano: "Elu katanya udah Advance tiga di LIA! Kan di sini ditulis PORK!"

Copong: "Eeeeh, emang Pork apaan?"

Pano: "Pork itu BAABBIIIII! BEGOOO! Elu di pasar asal beli sosis yah?"

Copong: "Ah enggak! Babi itu Pig bukan Pork!"

Copong masih ngeyel. Sementara temen-temen yang tidak bisa makan daging Babi cukup terpukul karena kecewa harapan makan mewah telah sirna.

Kirik: "Bener Pong! Pork itu daging Babi yang udah diolah!"

Cadut pun tiba-tiba marah sama Pano.

Cadut: "Elu No! Aturan elu diam aja. Kan kalo kita-kita gak tahu itu Babi, hukumnya gak dosa kalau kemakan (tidak sengaja)! Ya kan Nchop?" (gak tau deh ini menunjukkan sikap alim atau sebaliknya?)

Tanya Cadut kepada Enchop yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren.

Enchop: "Elu Dut! Ternyata kita-kita emang gak diijinin makan Babi. Udah ah Dut!"

Agung dan Kirik: "He he he... Alhamdulilah (tidak fasih). Sorry nih. Jatah daging tambah banyak."

Tak lama kemudian tertawalah keras-keras keenam sahabat itu di belantara Semeru. Yah tertawa geli akibat tindakan bodoh Copong membeli sosis Babi dan membayangkan seandainya Pano tidak menyadari Sosis Babi itu. Akhirnya makan mewah tetap berlangsung bagi Kirik dan Agung. Sementara lainnya harus rela makan seperti tadi siang, Indomie rebus pakai bumbu saja.