Jumat, Januari 28, 2005

Makanan Mudreg

Official Mudreg's DishBaru aja belanja makanannya Mudreg di carrefour Pondok Indah. Lumayan juga habis hampir seratus ribu perak ^_^, tapi kalo dijumlahin sama pelet ikan Lele dan ikan Patinku sudah pasti lewat angka seratus. Eh, carrefour itu tempat paling murah buat beli Whiskas loh. Di Hero dan di toko-toko hewan harga Whiskas basah rata-rata Rp. 8.500,- sampai Rp. 9.300,- perak. Di carrefour cuman Rp. 6.210,-. Jadi Rp. 100ribu itu terdiri dari 10 kaleng Whiskas basah dan 1 bungkus sedang Whiskas kering untuk kitten. Borong gitu loh. So yang pada punya kucing, beli makanan kucing di sana aja ya! *Gue dapet komisi dari carrefour gak yah?*

Tau gak, kasih makan kucing (Mudreg) itu gampang-gampang susah loh? Seperti yang sudah diceritakan di posting sebelumnya, Mudreg bukan kucing yang dipelihara sejak lahir. Melainkan kucing boleh nemu di depan rumah. Waktu itu umurnya kurang lebih 2 bulan. Bulunya bagus dan enggak rontok tapi kutunya banyak banget ^_^! Dikasilah Mudreg ayam goreng, ikan cue, ikan asin, dan makanan rumah lainnya. Namanya juga mpus kecil, susu pasti dikasih setiap dia selesai makan berat. Beberapa hari kemudian, bulunya rontok. Selain bikin Mudreg 'rada' jelek, tentu saja bulu rontoknya gak bagus buat orang-orang rumah yang doyan banget megang dia. Setelah tanya sana sini, aku memutuskan membelikan Mudreg makanan khusus kucing.

Pertama-tama sih bingung, mau dikasih makanan yang kering apa yang basah. Trus jalan-jalan deh di Hero Depok, liat-liat makanan kucing. Ternyata harga yang kering bisa 3 kali lipat dari yang basah, akhirnya kuputuskan membeli 1 kaleng Whiskas basah rasa Hidangan Laut. Niatnya sih buat ujicoba. Terus terang, waktu itu shock juga mengetahui kalau harga makanan kucing lumayan mahal. Dari yang murah seharga 1 piring nasi + telur + teh manis hangat di warteg favoritku hingga yang muahal seperti makanan di restoran A&W (toh akhirnya jadi pengeluaran rutin demi kucing tercinta hehe). Sesuai predikisi, Mudreg doyan nasi + Whiskas. Selanjutnya, ya Mudreg makan whiskas terus dong ^_^!

Masalah belum berakhir, ternyata Mudreg gak doyan makanan kering dan yang ada bau-bau daging sapi. Berbulan-bulan berbagai percobaan dilakukan untuk menemukan formula makanan yang paling cocok buat Mudreg. Ya kira-kira satu bulan yang lalu, ditemukanlah formula mujarab tersebut. Whiskas yang ada cita rasa ikannya ditambah makanan kering khusus kitten. Mudreg-mudreg *geleng-geleng kepala!*.

Ditemukannya formula makanan itu sedikit banyak mempengaruhi Mudreg. Terbukti, sekarang Mudreg makin malas dan beratnya kurang lebih 4 kilogram. Targetku sih, kalo bisa dia 6 kilogram. Hehehe. Sekarang kerjaannya kalau gak tidur, ya makan, ya tidur, ya makan, ya maen cicak, ya tidur, ya makan, ya ngejer cicak, ya tidur lagi dong. Pokoknya gak jauh dari tidur dan makan lah.

Nah, bagi yang punya kucing, gak usah lah ikut-ikutan aku kalau mau kasih makan Kucing tercintanya. Yang penting pake ujicoba dulu. Kalau memang hasil akhirnya doyan nasi uduk dan gado-gado kenapa musti dipaksa makan Whiskas? Kasian mpusnya dong, nanti Atit Peyut deh. Oke deh, happy weekend dan bersenang-senang dengan mpus atau orang yang dicintainya ya! ;-)

Sstt A&W itu American Warteg! *Jayus = ON*

Kamis, Januari 20, 2005

Panen Rambutan dan Met Idul Adha

rambutan rapiahSenengnya bisa panen Rambutan lagi. Maklum pohon Rambutan di halaman depan rumah berbuah hanya sekali dalam 2 (dua) tahun.

Dulu sewaktu saya masih SD sampai SMU kelas 1, bisa dipastikan dalam satu tahun penuh dengan berbagai musim buah-buahan. Mulai dari Rambutan, Duren, Jambu Klutuk, Jambu Air, Pepaya, sampe Singkong (buah bukan sih?). Gak usah beli tinggal metik aja buahnya langsung dari pohon yang tumbuh di halaman rumah. Iya, sebelum tinggal di Depok, rumah saya ada di Jatipadang Pasar Minggu.

Nostalgia dikit gak apa-apa ya. Masih jelas terekam di memory, daerah Pasar Minggu, Jatipadang, Kebagusan, Rawa Bambu adalah daerah buah-buahan. Sebagai anak laki-laki yang bandel (bangga), nyolong Kecapi di kebon orang atau nyabut singkong di halaman tetangga pernah dilakoni. Kalau haus, tinggal nyabut tebu yang tumbuh liar di tanah-tanah tak bertuan (sekarang jadi jalan tol lingkar luar Jakarta). Hari naas pun pernah merasakannya. Hasilnya, tangan sama kaki lecet-lecet kena sambit batu sama yang punya kebon.

Tapi yang paling enak kalau ada warga asli (orang Betawi) lagi panen. Biasanya anak-anak kecil langsung berebutan memungut buah-buahan yang jatuh dari atas. Akibat si pemanen gagal menjaga hasilnya tetap berada di ujung galahnya. Jadi jamannya aku kecil, nyogok itu asosiasinya pasti ke galah, bukan ke pejabat :P hehe. Trus kalau dapet langsung dimakan biar gak diminta sama temen-temen. Pokoknya, Nabung pangkal dimintain.

Satu lagi, kalo musim Rambutan, buah laen seperti Nangka, Duren, dan Cempedak ikutan musim. Kalau diperhatiin, sekarang tinggal rambutan sama durian aja ya. Nangkanya dah jarang apalagi Cempedak. Anyway tau Cempedak gak? Buahnya mirip nangka, dari tampak luar hingga ke dalam-dalamnya. Tapi soal rasa, aku lebih suka Cempedak. Kangen juga makan Cempedak dah bertahun-tahun gak ngerasain lagi. Udah abis kali tuh pohon ditebangin ya?

Saking terkenalnya Pasar Minggu sebagai pusat buah-buahan di Jakarta sampe ada lagunya. Tapi gini nih, karena gak ada bakat musik sama sekali jadi lupa sama lagu anak-anak yang populer waktu daku kecil. Ada yang inget gak? Judul lagunya, siapa yang nyanyi, dan pengarangnya (nanya borongan)? Kalo gak salah sih yang nyanyi mpok Ida Royani dan pengarangnya alm. Pak Kasur. Kira-kira bait lagunya seperti ini :

Pepaya buah pisang jambu
Asalnya dari Pasar Minggu
terusin ayo terusin...
hehehe

Back to topic, nah pohon rambutan sekarang yang ada di halaman rumah jenisnya adalah Rapiah. Jenis ini, rambutnya gak terlalu panjang dan gak terlalu pendek juga alias sedang. Rasanya manis sekali, walau buahnya masih bewarna hijau rasanya sudah manis, dan dagingnya ngelotok. Sedangkan waktu di Jatipadang dulu, punya 3 jenis rambutan. Cipedak, Cipelat, sama Rapiah. Cipedak itu rambutnya panjang, rasanya asem, dagingnya gak ngelotok. Cipedak jauh dari primadono deh. Biar dicolong ame tetangga juga gak ada yang keki :D Nah kalau Cipelat itu hampir sama dengan Rapiah, manis dan ngelotok. Bedanya rambutnya pendek dan kaku. Terus garis tengahnya lebih gelap warnanya (cenderung hijau tua). Buat orang Betawi, yang jadi primadono ya Cipedak dan Rapiah. Harga jualnya jelas lebih mahal.

masih di pohon
Ini dia si Rapiah pas masih gelayutan di puun.

dah pada jatuh
Nah siap disantap deh....

Memetik si Rapiah pun perlu energi ekstra. Selain udah dua tahun gak manjat pohon. Saya pun harus berjibaku dengan semut-semut gatal yang dengan suksesnya menggigit kaki, tangan, leher, sampe pipi. Biar pohonnya cuma satu tapi banyak banget rambutannya. Walhasil, walau udah 3 jam metik tetep gak habis tuh rambutan di pohon. Padahal udah dapet 3 nampan besar. Tapi dua hari kemudian hasil panen habis-bis. Dah dibagiin ke sodara, tetangga, dan temen-temen.

Met Idul Adha

Buat semua yang ngerayain, met Hari Raya Idul Adha ya! Besok siap-siap nyate kambiang nih. Hmm nyummie...!

Sabtu, Januari 15, 2005

Atmosphere during Indonesia vs Singapore

Yet my other amateur photos.

Tighter Security

Layer One
No weapon, firefox, and heavy stuffs that are easy to throw away

Layer Two
No mineral water and where's the ticket?

Starving

Delicious Ketupat Sayur
Giving my stomach a delicious plate of Ketupat Sayur.


Inside the Stadium

Massive visitors at Gelora Bung Karno Stadium Senayan
I was among +100,000 supporters. (My hand shook thus it's blur)

Keep on Fighting!

Our national team is indeed not in their best condition. Muhammad Mauly Lessy and Charis Yulianto are definitely out of game due to cards accumulation on their previous match against Singapore in the 1st final leg at Gelora Bung Karno Senayan. Moreover, our future-star and talented-striker Boas Theofillifus Erwin Solossa remains an injury doubt. Therefore, we probably loose our three key-players next on the 2nd final leg at Kallang National Stadium Singapore.

Anyhow, the game is not over yet. Show our strength, determination, aggressiveness, concentration, and nation proud by not forgetting being sportive!

Go Indonesia go!

Rabu, Januari 12, 2005

About Mudreg

I already gave a bit description about myself. Now, it is Mudreg's turn to introduce himself. Just a reminder, the word 'MUDERG' comes from "neMU DREdeG" which means that the cat was found in shaking condition.

Physical State

Mudreg's naughty face

Overall build: Medium size, lithe and muscular.
Coat: Medium in length.
Head: Slightly rounded and wedge shape with gentle contours.
Nose: Medium Length, Pink.
Chin: Firm.
Eyes: Almond-shaped, large, brilliant and expressive.
Ears: Large and alert.

Mudreg's tail with thick furr

Tail: Short and thick at the base
Legs: Slim and fine-boned
Paws: Small and oval

Mudreg's dirty sikil

Behaviour

Hide-and-seek on bed
Good on hide-and-seek (Which one is Mudreg?)

Mudreg is getting panic
Easy to get panic (Can't go down from rambutan or pubic fruit tree)

Lazy and naughty
Lazy and love to destroy the owner's room.

And the last but not least, he is a cold blooded killer cat :D

Minggu, Januari 09, 2005

Tripple Hits to One

Singapore was a better side last night. I think Kurniawan should have played in the 2nd 45 minutes. It is very hard to score 3 goals to beat Singapore next in Kallang Stadium.

But the game is not over yet. Go Indonesia Go!

Sabtu, Januari 08, 2005

Spirits of Nation

Withe, thx for your motivation!

Be confident but not over confindent! Go Indonesia go! Bring the glory to the nation!

Kamis, Januari 06, 2005

Soaring Two-Fold

I'm absolutely surprised to know that the ticket price for 1st leg of TigerCup final clash in Senayan soares two-fold.

  • West VIP: Rp 75,000,- »-> Rp 150,000,-
  • East VIP: Rp 50,000,- »-> Rp 100,000,-
  • 1st Class: Rp 30,000,- »-> Rp 50,000,-
  • 2nd Class: Rp 10,000,- »-> Rp 20,000,-
  • 3rd Class: Rp 5,000,- »-> Rp 10,000,-

Can you believe it? Well, I'll be watching the battle from 1st class or 2nd class and loosing my favorite East tribune.


Senin, Januari 03, 2005

Terima Kasih Merah Putihku!

Alhamdulillaah, finally Indonesia booked a place in final clash versus Singapore. Let's rock the final game! Again in Gelora Bung Karno Senayan.

Kurniawan Dwi Yulianto
(@2005 taken from Aseanfootball.com) Thx Kurniawan!

Fans Berat Indonesia dan Malaysia
(@2005 taken from TigerCup.org) Thanks to all players and suporters of Indonesia and Malaysia for being sportive!

Minggu, Januari 02, 2005

Atmospheres during Indonesia vs Malaysia

Here's my amateur photos

On the way


Transjakarta
Man, I love this public transportation :x

At Stadium Gelora Bung Karno


Merah Putih
Symbol of national mourning after massive tsunami hit Aceh and North Sumatra on 26th December 2004.

Supporters


Merah Putih T-Shirt
Imitation national team t-shirt for only Rp 15,000 or US$ 1,7

buying a trumpet
Salesman: "Come on mas, mbak! Dua ribu perak aja (US$ 0,3) for each trumpet.
Girl: "Tooooooeeeeeeeeeetttssss"
Fat Guy: "Honey! That trumpet sounds bad!"
Stylist Guy: "Argh.. my ears hurt!"

Tukang Ketupat and Starving Guys
Tukang ketupats and starving guys.

Inside out headband
I know that having good appearance and style is important. Hey man your headband is inside out!

Tickets


Buying tickets
80,000 tickets were sold out.

Ticket Scalpers on Action
This black-shirt guy is buying tickets from those ticket scalpers for extra prize. Poor you! You should have come earlier.

Sholat


Sholat Maghrib berjamaah
Praying Maghrib first before watching the game.

Before the game


Getting more crowded
Getting more crowded as the battle was about to begin.

Gelora Bung Karno
Giant Stadium of Gelora Bung Karno with 120,000 persons capacity.

What's this?
I have no idea what kind of thing is that and what it is used for? I guess something related to superstitious.

The Battle


As I mentioned on my previous post that Malaysia successfully beat us 2-1. For short, here's the complete report from official Tiger Cup Website.

After the battle


Yah Kecewa deh :(
Disappointed supporters.

Yang penting enak
"We are happy up here!"

Keep smiling
At least they could go home :)

The battle is not over yet! Go Indonesia Go!

Sabtu, Januari 01, 2005

Guardian Exclusive Report to Witness Aceh Tsunami Devastation

James Meek reports on the complete destruction of a town in Sumatra. Guardian was the first news organisation to witness on the ground the aftermath of the town's erasure from the surface of the earth.

LINK