Kamis, Oktober 27, 2005

11 Tahun

Gak terasa 11 tahun sudah berjalan, mulai dari tampang culun kelas 1 SMA (sekarang masih sih),

para tampang culun

Mainan air sambil naik perahu karet di danau Cibubur

atraksi perahu karet

Basah-basahan habis rafting trus pada masang tampang narsis sok ganteng!

sok ganteng dan narsis

Selalu ingat kata-kata Liting. "Pecinta alam itu yang penting Otak dan Otot" sambil telunjuk kanannya menunjuk jidatnya yang jenong lalu menunjuk otot bisepnya yang guede.

Hari-hari memakai seragam sopir mikrolet selama hampir 3 tahun benar-benar tak terlupakan.

gc dan mp
pelantikan menjadi Dewan Penasehat

Bersama-sama berpetualang di alam bebas

matahari terbit di puncak Rinjani
Pelabuhan Ratu
Gunung Semeru

Kita akan tetap sahabat sejati.

Minggu, Oktober 16, 2005

Makanan Mudreg II

Sebelumnya, saya pernah bercerita tentang tempat membeli Whiskas murah yaitu di Carrefour Lebak Bulus. Pada waktu itu (Januari 2005) harga satu kaleng dengan berat bersih 400 gram dapat dibeli dengan harga Rp. 6.210,- Jadi dengan uang seratus ribu perak, saya dapat membawa pulang 10 kaleng makanan basah ditambah sebuah 1 bungkus Whiskas kering. Yah, salah satu trik untuk menghemat adalah dengan mencampur Whiskas kering dan basah. Tapi seiring datangnya trend harga melambung, sekarang harga satu kalengnya berkisar antara Rp 11.500,- sampai Rp 12.500,- Mau gak mau saya harus mencari alternatif pengganti makanan Mudreg tercintah.

Yang jadi masalah, selera makan Mudreg sukar ditebak dan ia cepat bosan. Biarpun dikasih Whiskas yang mahal dan enak, tetap saja jika sudah seminggu terus-terusan diberi dia langsung bosan. Bisa-bisa malah kucing liar yang menghabiskan jatah makannya. Kalau sudah begitu biasanya menu Ikan Cue ditambah nasi menjadi hidangan favoritnya. Soalnya tempe, tahu, telor, ayam, dan daging gak disentuh. Sayangnya, formulasi Ikan Cue ditambah nasi membuat bulu Mudreg rontok.

Ya, jadi sesekali sebagai bonus saya tetap belikan Mudreg Whiskas basah dan kering namun dengan porsi yang lebih sedikit tentunya. Pernah suatu waktu saya belikan Mudreg makanan termewah di dunia perkucingan. Makanan tersebut adalah makanan basah rasa hati ayam yang dikemas dalam kaleng buatan ScienceDiet. Satu kalengnya dengan berat bersih 404 gram harus ditebus seharga Rp. 16.500,- Hohoho... Parahnya, Mudreg gak doyan! Dasar gak tau makanan mahal!

logo Whiskas VS logo Science Diet

Akhirnya sebuah solusi ditemukan untuk menangani selera makan Mudreg dan melambungnya harga-harga. Solusi itu adalah Ikan Sarden! Satu kaleng sarden merek ABC dengan berat bersih 425 gram harganya hanya enam hingga tujuh ribuan. Lebih berat dan lebih murah dari Whiskas. Syukurnya, bulu Mudreg gak rontok setelah mengkonsumsi Sarden tersebut.

Sekarang, kalau mau masak sarden harus hati-hati. Di dalam kulkas harus tahu mana sarden khusus Mudreg dan khusus manusia. Ho ho ho...

Sabtu, Oktober 15, 2005

Nomor 81 dari 100

Berdasarkan survey yang dilakukan Mas Priyadi, blog saya menempati urutan ke-81 dari 100 blog paling top milik orang Indonesia dan berbahasa Indonesia. Gak nyangka juga ya bisa masuk 100 besar. Padahal pada awalnya mayoritas postingan blog ini berbahasa Inggris. Lagipula, saya termasuk pasif jalan-jalan melihat blog-blog lainnya. Kalau pun jalan-jalan jarang sekali saya meninggalkan jejak berupa komentar baik di artikel yang diposting maupun di shoutbox pemilik blog.

Mas Priyadi dalam menuliskan daftar peringkat tersebut menggunakan teknologi dari Technorati. Adapun berikut ini adalah beberapa penilaian tambahan berdasarkan rujukan beberapa situs lainnya. Point SiteScore saya adalah 8.2 yang dirujuk dari situs silktide. Sedangkan point PageRank google blog ini adalah 4.

Seandainya Mas Priyadi melakukan survey lebih mendetil dan memasukkan lebih banyak kriteria dalam memberikan penilaiannya, saya rasa blog ini susah masuk 100 besar. Satu lagi, sebenarnya ada berapa sih jumlah blogger Indonesia? Sudah ada yang melakukan survey? Kalau blogger Indonesia ada 101 jadi lucu juga dengan peringkat 100 besar tadi. He he he...

Terlepas dari peringkat 100 paling top, sebenarnya saya sudah bersyukur dapat menuliskan atau mengekspresikan pemikiran dan ide dengan bebas di media blog ini.

Rabu, Oktober 12, 2005

Skenario Drama Agama

Melihat tayangan TV di bulan Ramadhan ini saya setuju dengan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib).

Yang lelaki pakai sarung dan peci. Yang wanita pakai kerudung dan jilbab. Semuanya indah-indah. Cakep-cakep. Ganteng-ganteng. Cantik-cantik. Rancangan busana high taste. Islam (mudah-mudahan) membudaya di kalangan selebritis. Namun seperti biasanya, selepas Ramadhan semuanya tak berbekas dan kembali ke asal.

Menjalankan agama bagaikan bermain drama karena dituntut oleh "skenario drama agama".

Ya sudah, ayo berkhusnudzon! Mari berdoa, sambil mengaca kepada diri sendiri, setelah Ramadhan mereka tetap istiqomah dengan segala atribut ketakwaannya agar menjadi teladan bagi seluruh pemirsa. Amin.

Ibadah

mudreg tidur

Tidurnya yang berpuasa itu Ibadah kan? Jadi jangan ganggu ya, lagi ibadah nih :D

Kamis, Oktober 06, 2005

Hati-hati...

Alone alone what on key luck on!

Baca tulisan di atas hingga terdengar dalam bahasa Jawa! Apa sih artinya?

Thx Om Jos hi hi hi ...

Selasa, Oktober 04, 2005

Met Puasa Ramadhan

Selamat menunaikan ibadah puasa buat semua yang melaksanakannya! Semoga Puasa kita semua di-Ridhoi oleh Allah. Amin!

:-)

Macet Banget di Margonda

Baru saja sampai di rumah setelah terjebak kemacetan di Jalan Margonda Raya Depok. Saya mulai terjebak kemacetan di depan Gang Kober tempat di mana para Mahasiswa UI turun atau naik bis.

Awalnya saya kira hanya kemacetan biasa karena memang banyak bis dan angkot berhenti untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Ternyata kemacetan terus berlangsung walau Gang Kober telah dilewati. Mobil berjalan merayap pelan sekali. Kemudian saya menyadari ternyata tidak terdapat bis, angkot, dan kendaraan pribadi lainnya yang berjalan dari Depok menuju ke arah Jakarta di jalur utama Margonda. Banyak para calon penumpang yang mayoritas mahasiswa terlantar akibat tidak terdapat angkutan umum sama sekali.

Akhirnya antrian mobil saya sampai di dekat pintu masuk Universitas Gunadarma. Ternyata para mahasiswa Gunadarma sedang demo kenaikan harga BBM. Mereka menyandera sebuah mobil tangki BBM dan membakar beberapa ban bekas. Mobil tangki BBM tersebut dicat dengan pilox di sana-sini. Terdapat tulisan "SBY+Kalla = Gagal". Jadi keren juga tuh mobil ada grafitinya. Tambah nyeni gitu (pendapat pribadi loh)! Sempat khawatir sih akan terjadi aksi anarkis. Untung saja demostrasi berlangsung dengan aman.

Nah, biar udah 3 hari yang lalu BBM naik, tampaknya masih banyak yang belum menerima kenaikan BBM. Tapi kok saya merasa demo yang dilakukan para mahasiswa Gunadarma sudah kelewatan. Demo malah membuat macet, menelantarkan penumpang angkutan umum, polusi udara akibat ban dibakar dan tentunya konsumsi BBM jauh lebih boros.

Saya memang terpaksa harus mengikat ikat pinggang lebih kencang lagi dengan melambungnya harga BBM. Tetapi saya mendukung sepenuhnya keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Lagipula, tampaknya pemerintah sudah semakin kebal dengan demo yang berlangsung hampir setiap hari. Seharusnya mahasiswa lebih kreatip dalam mencari ide untuk mengaspirasikan pendapatnya. Demo silakan saja, tapi justru jangan menyusahkan orang lain. Demo yang mengandalkan kekerasan dan ancaman hanya menyusahkan dan membuang-buang energi saja. Lebih baik memanfaatkan energi itu untuk bekerja lebih keras lagi dalam mencari nafkah atau belajar lebih giat lagi bagi para mahasiswa.

Peace buat para mahasiswa yo!

;-)

Minggu, Oktober 02, 2005

Sampai kapan?

Hati ini belum sepenuhnya jembar akibat melihat kepanikan yang terjadi menjelang kenaikan harga BBM beberapa hari yang lalu. Musibah jatuhnya Boeing 737-200 milik maskapai Mandala di Medan masih hangat diberitakan. Wabah Flu Burung masih belum dapat ditanggulangi. Kini sebuah bom meledak lagi di Bali. Sampai kapan sih badai musibah menimpa Bangsa Indonesia?